RSS

Monthly Archives: February 2011

CINTA ITU BUNGA ^_^

Cinta itu bunga; Bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yang dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan dan memekarkan bunga itu adalah ; air dan matahari. Air dan matahari adalah kebaikan. Air memberikannya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan. Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yang bergulir secara sadar di atas latar wadah perasaan kita.

 

Maka begitulah seharusnya anda mencintai; menyejukkan, menenangkan, namun juga menggelorakan. Dan semua makna itu terangkum dalam kata ini; menghidupkan. Anda mungkin dekat dengan peristiwa ini; bagaimana istri anda melahirkan seorang bayi, lalu merawatnya, menumbuhkannya, mengembangkannya, menjaganya. Ia dengan tulus berusaha memberinya kehidupan.

 

Bila anda ingin mencintai dengan kuat, maka anda harus mampu memperhatikan dengan baik, menerimanya apa adanya dengan tulus, lalu berusaha mengembangkannya semaksimal mungkin, kemudian merawat dan menjaganya dengan sabar. Itulah rangkaian kerja besar para pencinta; pengenalan, penerimaan, pengembangan, dan perawatan.

 

Apakah anda telah mengenal istri anda dengan seksama? Apakah anda mengetahui dengan baik titik kekuatan dan kelemahannya? Apakah anda mengenal kecendrungan-kecendrungannya? Apakah anda mengenal pola-pola ungkapannya; melalui pemaknaan khusus dalam penggunaan kata, melalui gerak motorik refleksnya, melalui isyarat rona wajahnya, melalui tatapannya, melalui  sudut matanya?

 

Apakah anda dapat merasakan getaran jiwanya, saat ia suka dan saat ia benci, saat ia takut dan begitu membutuhkan perlindungan? Apakah anda dapat melihat gelombang mimpi-mimpinya, harapan-harapannya? Sekarang perhatikanlah bagaimana tingkat pengenalan Rasulullah saw. Terhadap istrinya Aisyah. Suatu waktu beliau berkata, “Wahai Aisyah, aku tahu kapan saatnya kamu ridha dan kapan saatnya kamu marah padaku. Jika kamu ridha, maka kamu akan memanggilku dengan sebutan; Ya Rasulullah! tapi jika kamu marah padaku, kamu akan memanggilku dengan sebutan; Ya Muhammad!”

 

Apakah beda antara Rasulullah saw. Dan Muhammad, kalau toh obyeknya itu-itu juga? Tapi Aisyah telah memberikan pemaknaan khusus ketika ia menggunakan kata yang satu pada situasi jiwa tertentu, dan kata yang lain pada situasi jiwa yang lain.

 

Pengenalan yang baik harus disertai dengan penerimaan yang utuh. Anda harus mampu menerimanya apa adanya. Apa yang sering menghambat dalam proses penerimaan total itu adalah pengenakan yang tidak utuh atau obsesi yang berlebihan terhadap fisik. Anda tidak akan pernah dapat mencintai seseorang secara kuat dan dalam kecuali jika anda dapat menerimanya apa adanya. Dan ini tidak selalu berarti  bahwa anda menyukai kekurangan dan kelemahannya. Ini lebih berarti bahwa kelemahan dan kekurangan itu bukan kondisi akhir kepribadiannya, dan selalu ada peluang untuk berubah dan berkembang. Dengan perasaan itulah seorang ibu melihat bayinya. Apakah yang ia harap dari bayi kecil itu? Ketika ia merawatnya, menjaganya dan menumbuhkannya, Apakah ia yakin bahwa kelak anak itu akan membalas kebaikan-kebaikannya? Tidak. Semua yang ada dalam jiwanya adalah keyakinan bahwa bayi ini punya peluang untuk berubah dan berkembang, dan karenanya ia menyimpan harapan besar dalam hatinya bahwa kelak hari-hari jugalah yang akan menjadikan segalanya lebih baik.

 

Penerimaan positif itulah yang mengantar kita kepada kerja mencintai selanjutnya; pengembangan. Pada mulanya seorang wanita itu adalah kuncup yang tertutup. Ketika ia memasuki rumah Anda, memasuki wilayah kekuasaan anda, menjadi istri Anda, menjadi ibu anak-anak Anda; Andalah yang bertugas membuka kelopak kuncup itu, meniupnya perlahan, agar ia mekar jadi bunga. Andalah yang harus menyirami bunga itu dengan air kebaikan, membuka semua pintu hati Anda baginya, agar ia dapat menikmati cahaya matahari yang akan memberinya gelora kehidupan.

 

Hanya dengan kebaikanlah bunga-bunga cinta bersemi, dan ungkapan ‘Aku Cinta Kamu’ boleh jadi akan kehilangan makna ketika ia dikelilingi perlakuan yang tidak simpatik dan mngembangkan. Apa yang harus anda berikan kepada istri Anda adalah peluang untuk berkembang, keberanian menyaksikan perkembangannya tanpa harus merasa bahwa superioritas Anda terganggu. Ini tidak berarti bahwa Anda harus memberi semua yang ia senangi, tapi berikanlah apa yang ia butuhkan.

 

Tetapi setiap perkembangan harus tetap berjalan dalam keseimbangan. Dan inilah fungsi perawatan dari rasa cinta. Tidak boleh ada perkembangan yang mengganggu posisi dan komunikasi. Itulah sebabnya terkadang Anda perlu memotong sejumlah ranting yang sudah kepanjangan agar tetap terlihat serasi dan harmoni.

 

Hidup ini adalah simponi yang kita mainkan dengan indah. Maka duduklah sejenak bersama istri Anda, tatap matanya lamat-lamat, dengarkan suara batinnya, getaran nuraninya dan diam-diam bertanyalah pada diri sendiri; Apakah ia telah menjadi lebih baik sejak hidup bersama Anda? Mungkinkah suatu saat ia akan mengucapkan puisi Iqbal tentang gurunya; dan nafas cintanya meniup kuncupku maka ia mekar jadi bunga.

 

 

by: Anis matta

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on February 6, 2011 in Goresan yang Tertinggal

 

Tags: