RSS

Belajar Mengendalikan Amarah dari Sebuah Paku

22 May

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah….

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah,…. Lalu setiap hari bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya dari pada memakukan paku kepagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya, dan ayahnya mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah

Hari-hari berlalu, dan anak itu memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayang menuntun anaknya kepagar.. dan bergumam “hmm.. anakku, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah, lubang-lubang dipagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “KETIKA KAMU MENGATAKAN SESUATU DALAM KEMARAHAN, KATA-KATAMU MENINGGALKAN BEKAS SEPERTI LUBANG INI DIHATI ORANG LAIN”

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu, tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu tetap akan ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 22, 2011 in Uncategorized

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: