RSS

Monthly Archives: October 2011

Goresan Untuk Tulang Rusuk Yang Hilang

Ukhti..

Kau mungkin agak lelah dalam penantian, tapi yakinlah bahwa aku kan datang menjemputmu. Bukan bak pangeran berkuda putih yang gagah atau pun bak pujangga yang melamrmu dengan sejuta puisi. Ku akan menjemputmu dengan sebuah kesederhanaan untuk membawamu membangun cinta dalam naunganNya.

Ukhti..

Kau lah tulang rusukku yang hilang, maka bersabarlah sampai ku datang menyempurnakan dien kita. Kau lah bidadariku kelak, maka jagalah izzah mu sampai ku datang dengan gagah pada ke dua orang tuamu. Bukan untuk mengajakmu menyenangkan syetan dalam maksiat.

Ukhti..

Nantilah aku dengan penuh ketenangan. Tenangmu bukan berarti diam tanpa arti. Tenangmu bukan berarti hanya menunggu termenung. Namun tenangmu adalah doa dan tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ukhti.. Sabarlah dalam penantianmu. Ku tahu kau setegar Fatimah, secerdas Aisyah namun kau tak seberani Khadijah yang berani melamar Rasulullah Alaihi Wasallam lebih dulu. Tapi aku yakin, di balik ketidak beranianmu tersimpan sejuta arti untuk pangeranmu kelak.

Ukhti..

Jagalah Iffahmu sebelum ku jemput. Jagalah hijjabmu tuk senantiasa terperihara. Bukan untukku, tapi untuk dirimu sendiri. Tapi hati ini tak mampu menolak, kau begitu mempesona saat kau halal untukku kau di balut jilbab yang begitu indah.

Ukhti..

Dekatkanlah dirimu kepada Allah sebelum kau mendekat padaku nanti. Dia lah yang lebih tau yang terbaik untukmu,Dia lah yang mampu mendekatkan hati kita, Dia lah yang mampu membolak-balikkan kita. Maka senantiasalah serahkan hatimu untukNya.

Ukhti..

Kau lah bidadariku. Maka percantiklah dirimu dalam penantian dengan memperbaiki dirimu, dengan memperbanyak ilmu. Karna ku yakin dan kau pun yakin, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.

Yakinlah yaa ukhti fillah.. Sang Sutradara kehidupan sedang memberikanmu jalan untuk menggapai Jannah-Nya. 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 17, 2011 in Goresan yang Tertinggal, sharing

 

Tags:

The Power Of Mother’s Pray

A true Story. Sebuah kisah menggugah, diceritakan sendiri oleh pelaku sejarah yang monumental yaitu Imam Bukhari.

Saat berada di Mekkah, beliau sempat mengalami sebuah kebutaan, tetapi kemudian beliau sembuh. So..bagaimana beliau bisa sembuh ?? benar sekali, Doa dari Ibu beliau adalah Kuncinya. Ibu beliau sangat prihatin dengan keadaannya, sang Ibu banyak mendoakan untuk kesembuhan putranya. Suatu ketika Ibunya bermimpi. Dia melihat Nabi Ibrahim dalam mimpinya berkata kepadanya “ Sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu, berkat doamu yang banyak “

Imam Bukhari mengisahkan : “ Benar, pagi-pagi sekali, Allah mengembalikan penglihatan mataku “ ( The Great Power of Do’a, Solikhin Abu Izzuddin )

Subhanallah, luar biasa kisah diatas. Bagaimana doa membuat seorang Imam Bukhari kembali bisa menatap indahnya dunia. Dahsyatnya doamu Mak.

Coba kamu ingat-ingat, berapa kali kamu meminta doa ibumu sampai kamu dewasa ?? sekali ?? dua kali ?? atau bahkan kamu tidak pernah meminta hanya menunggu partisipasi ibumu untuk mendoakan kamu ??

Memang, tanpa diminta juga ibumu akan selalu mendoakanmu, itu tanpa kamu minta. Bayangkan bila kamu meminta doa kepada ibumu, tentu ibumu gak akan nolak kan ?? Pernah kah kamu minta doa terhadap ibumu ?? kenapa ?? malu yaa minta doa sama ibu ??

Lho ngapain sih pake minta didoain toh ibu juga udah sering doain ??

Why not ?? Banyak pentingnya. Salah satunya kamu bisa menyamakan kemauanmu, keinginanmu, mimpimu dengan doa ibumu. Kalo kamu memimpikan seseorang yang shaleh atau shalehah untuk sebuah pernikahan, kamu bisa meminta ibumu untuk menyamakan doamu dengan doa beliau yaitu memberikan pendamping yang shaleh. Pasti lebih dahsyat.

“ Tiga orang yang doanya tidak ditolak adalah doa orangtua ( ibu bapak ), doa orang yang dianiaya dan doa orang yang sedang dalam perjalanan ( musafir ) “ ( Hr Al Baihaqi )

Bisa jadi, kehidupan mu yang sekarang ini tak lepas dari doa ibumu. Atau mungkin kamu sekarang merasa hidupmu tertekan, keinginan, kemauanmu atau mimpimu belum terwujud, mungkin saja karna kamu gak pernah meminta ibumu untuk mendoakan harapan dan cita-citamu. Bagaimana ibumu tahu apa yang kamu mau, yang kamu impikan kalo kamu gak ngasih tahu ibumu ??

Mulailah dari sekarang, jadikanlah doa ibumu sebagai sebuah kebutuhanmu. Beritahukan keinginamu terhadap ibumu agar doamu dan doa beliau menjadi satu pilar untuk menggapai keinginanmu. Karna doa ibumu adalah kunci suksesmu sekarang dan dimasa akan datang. Yakinlah.

kaulah ibuku cinta kasihku
terima kasihku takkan pernah terhenti
kau bagai matahari yang selalu bersinar
sinari hidupku dengan kehangatanmu

bagaikan embun kau sejukkan
hati ini dengan kasih sayangmu
betapa kau sangat berarti
dan bagiku kau takkan pernah terganti

 
Leave a comment

Posted by on October 17, 2011 in sharing

 

Tags: